Senin, 16 September 2013

Tips Memberi Makan Lele Agar Tidak Boros

Cara Pemberian Pakan Ikan Lele – Budidaya Petani. Jika kita sebagai orang yang membudidayakan lele, maka harus mengetahui cara pemberian pakan ikan lele yang benar, karena akan berpengaruh besar dlm kesuksesan produk yang dihasilkan dari  budidaya ternak ikan lele. Sebaliknya, kesalahan mengenai tata cara pemberian pakan ikan lele dapat  berakibat buruk, dari benih atau bibit lele yang mudah terserang penyakit sampai dengan kondisi yang paling fatal yaitu matinya ikan lele yang dibudidayakan. 



Cara pemberian pakan ikan lele saat pembenihan dan pembesaran pada dasarnya tdk terlalu berbeda, namun ada perbedaan paling mendasar yaitu hanya pada pakan alami dan pakan tambahan. Pada saat pembenihan ada pemberian pakan alami berupa cacing sutera pada saat larva berumur lima hari, sementara pada segmen pembesaran jarang sekali adanya pemberian cacing sutera, sementara pada saat pembesaran, pemberian pakan tambahan berupa ayam tiren dan lainnya yang sejenis. Tata cara pemberian pakan ikan lele meliputi 3 hal :

1. Waktu Pemberian Pakan Ikan Lele
  • Aturan/ cara pemberian pakan ikan lele yang pertama adalah tahu kapan waktu pemberian pakan, ini merupakan hal yang sangat penting, selain harus mengatur waktu pemberian pakan lele sesuai dgn jadwal yang tlah ditentukan, baik yang menggunakan tiga kali sehari atau lima sampai dgn enam kali sehari (setiap 3 jam). Pemberian pakan lele tdk boleh dimulai terlalu pagi atau lebih tepatnya sebelum jam sembilan pagi, hal ini berhubungan dengan pencemaran. Jika sebelum jam sembilan pagi permukaan air kolam masih tercemar oleh zat-zat yang merugikan yang dibawa oleh udara, sehingga jika pemberian pakan ikan lele terlalu pagi maka pakan akan tercampur dgn zat-zat tersebut dapat meracuni dan berbahaya bagi kesehatan ikan lele. Penyakit yang dapat ditimbulkan dr kebiasaan memberikan pakan yang terlalu pagi adl radang insang, yang diakibatkan oleh parasit.
2. Persiapan Pemberian Pakan Ikan Lele
  • Persiapan pemberian pakan untuk pelet, sebaiknya para peternak ikan lele harus membiasakan membibis (membasahi pelet dgn air, sebaiknya air hangat) pakan pelet yang akan diberikan, kecuali peletnya jenis yang tenggelam. Dengan membibis, ikan lele yang mempunyai sifat rakus tsb tdk akan memakan pelet secara berlebihan. Jika pemberian pelet dlm kondisi kering, maka ikan lele akan terus saja memakan pelet dgn rakus dan berlebihan padahal pelet tersebut nantinya akan mengembang di perut ikan, kondisi ini akan berakibat buruk pada kesehatan ikan lele bahkan dpt mengakibatkan kematian.
Aturan / cara pemberian pakan ikan lele dr pakan tambahan persiapannya adl dgn cara membersihkan pakan tersebut dgn baik, misalnya sebelum pemberian cacing sutera, cacing tsb dicuci dahulu sebelum disebar ke kolam. Bila menggunakan ayam tiren pada saat pembesaran, maka sebaiknya ayam tersebut direbus saja, jangan dibakar, karena jika direbus akan lebih matang secara keseluruhan dan aman untuk dikonsumsi oleh lele.

3. Cara Memberikan Pakan

Tata Cara Pemberian pakan ikan lele jg perlu diperhatikan agar tepat guna.
  • Tata Cara Pemberian pakan ikan lele yang berbentuk pelet apung harus dilakukan dgn cara menyebar pelet menjadi tiga bagian, misalnya kolam ujung kanan, tengah dan ujung kiri, langkah pertama adl sebar pelet secukupnya di sisi ujung kanan kolam, setlah pelet habis, sebar lagi secukupnya pada sisi tengah kolam, setlah habis sebar lagi pada sisi ujung kiri kolam, lakukan proses tersebut sampai ikan lele kenyang. Ikan lele yang sudah kenyang akan terlihat adanya butir pelet yang tersisa pada saat ditebar di permukaan kolam. Metode pemberian pakan seperti ini dilakukan agar ikan lebih aktif bergerak.
  • Untuk pelet tenggelam cara memberikannya berbeda, pelet tenggelam tdk disebar, melainkan hanya ditebarkan pada satu titik, namun menebarnya sedikit-sedikit, karena lele termasuk ikan yang suka mengejar pakan yang bergerak, jadi dikhawatirkan pelet yang terlanjur tenggelam tdk dimakan lele, jika pada titik pemberian pakan pelet tenggelam respon ikan sudah nampak menurun, sebaiknya pemberian pakan dihentikan.
  • Di tahap pembenihan, pakan alami seperti halnya cacing sutera diberikan dgn cara disebar di sudut, di sisi dan di bagian tengah kolam, cacing sutera yang tlah dibersihkan lalu diambil seujung tangan kemudian diletakkan pada titik yang berbeda, teknik ini sangat efektif karena larva lele yang berjumlah ribuan akan rata mendapatkan makanan. Sementara pada tahap pembesaran, pemberian pakan tambahan seperti ayam tiren sebaiknya digantung, hal ini dilakukan agar sisa tulang yang berserakan pada dasar kolam tidak terlalu banyak dan dpt  segera dibuang, sisa tulang yang berserakan bisa sangat berbahaya bagi peternak lele pada saat panen atau menguras kolam, karena bisa saja terinjak dan melukai kaki.

Bagaimana Cara Memilih Benih Lele Yang Baik

Cara memilih bibit lele yang unggul dan berkualitas - Pemilihan bibit lele yang unggul dan berkualitas sangatlah penting karena sangat menentukan sukses atau tidaknya budidaya lele. Teliti membeli bibit lele dan setidaknya memperhatikan kriteria bibit lele yang bagus. Dan kamu dapat mengetahui kriteria lele yang berkualitas sebagai berikut :

  • Ikan Lele Sehat, ditandai dengan ciri fisik : Pergerakan ikan lele aktif, nafsu makan bagus, tidak bergerombol, dan tidak menggantung di tepi kolam. Sungut/kumis dan ekor ikan normal. Diperkuat dengan bentuk tubuh dari kepala sampai ekor proporsional. Tidak luput dari pengamatan mata bahwa kulit ikan lele tampak cerah dan mengkilat.
  • Ukuran Benih Lele Seragam.
    Perhatikan mengenai keseragaman ukuran benih. Ukuran benih lele yang tidak seragam akan berakibat pertumbuhan lele menjadi tidak serempak. Seperti diketahui bawah ikan lele bersifat kanibal. Jika lapar, ikan lele yang berukuran besar akan memangsa lele lain yang ukurannya lebih kecil.Misalnya, jika kita menginginkan ukuran benih 5 cm maka sebaiknya toleransi benih ukuran 4 cm - 6 cm masing-masing tidak lebih dari 10 % populasi.
  • Riwayat (bibit, bebet, bobot) Induk/keturunan. Berasal dari induk yang unggul. Bukan hasil pemijahan (perkawinan) dengan tingkat kekerabatan yang dekat (inbreeding)
  • Riwayat penyakit. Ikan pernah sakit atau tidak? Jika benih lele pernah sakit tanyakan bagaimana kronologis dan cara penanganannya. Apakah menggunakan antibiotik, vitamin, atau probiotik, atau bahkan perlakuan teknis saja. Tidak disarankan menggunakan antibiotik dengan dosis berlebihan karena penyakit/bakteri akan bersifat kebal sehingga memerlukan dosis yang lebih tinggi.
  • Beli dari Pembudidaya Benih Lele CPIB, Beli benih lele dari balai benih atau pembudidaya benih lele yang telah mengantongi sertifikasi CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik). Hal ini untuk memastikan bahwa benih berasal dari induk lele yang unggul dan telah menerapkan cara pembenihan ikan yang baik.
  • Amati Fisik dan Gerakannya,
    Secara fisik benih lele yang berkualitas memiliki ukuran tubuh yang proporsional (ukuran kepala dan tubuh seimbang), tidak cacat, tidak luka, sungut tidak pucat dan warna tubuh cerah dan mengkilap. Selain itu ciri benih lele yang sehat adalah gerakan aktif, lincah, tidak menggantung serta tidak bergerombol di pojok kolam


Semoga kita bisa menjadi peternak sukses ;)

Petunjuk Singkat Budidaya Lele Sangkuriang



Saat ini Usaha Budidaya Lele sangkuriang sudah banyak dgemari Masyarakat Indonesia Umumnya, dan itu sudah berkembang dimana-mana, namun demikian tidak ada salahnya jika  dalam kesempatan ini saya akan membagi Artikel sebagai Bahan pengetahuan bagi anda yang mungkin tertarik untuk berusaha melakukan budidaya ikan lele sangkuriang, baiklah kita baca artikel di bawah ini, semoga bermanfaat.

Lele sangkuriang  merupakan lele dumbo strain baru hasil dari rekayasa genetic yang dilakukan oleh BBAT sukabumi dalam upaya perbaikan mutu ikan lele.
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersil oleh masyarakat Indonesia terutama dipulau jawa, yang seterisnya di sumatera termasuk mukomuko propinsi Bengkulu.Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1). Dapat dibudidayakan dilahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi 2). Teknologi budidaya relative mudah dikuasai oleh masyarakat, 3).pemasarannya relative mudah dan 4). Modal usaha yang dibutuhkan relative rendah.

Kolam terpal adalah kolam yang dasarnya maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari terpal. Kolam terpal dapat mengatasi resiko-resiko yang terjadi pada kolam tanah maupun kolam beton.terpal yang dibutuhkan untuk pembuatan kola ini adalah jenis kolam terpal yang dibuat oleh pabrik dimana setiap sambungan terpal dipres sehingga tidak terjadi kebocoran.Ukuran terpal yang disediakan oleh pabrik bermacam-macam sesuai dengan besar kolam yang kita inginkan.Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan dipekarangan ataupun dihalaman rumah.

Salah satu keunggulan dari budidaya ikan lele sangkuriang di kolam terpaladalah murah biaya dan praktis. Sebenarnya kolam yang paling baik untuk budidaya ikan lele atau ikan yang lain adalah kolam dari tanah. Namun jika tak memiliki lahan yang cukup atau cocok maka alternatif lain  yang lebih simple dan mudah adalah kolam terpal. Adapun keunggulan pemakaian kolam terpal adalah sbb:

Keuntungan dari kolam terpal :
1      terhindar dari pemangsaan ikan liar
2      Dilengkapi pengatur volume air yang bermanfaat untuk memudahkan penggantian air maupun panen
3      Dapat dijadikan peluang usaha mikro dan makro
4      Lele yang dihasilkan lebih berkualitas,lele terlihat tampak bersih,dan tidak berbau dibandingkan pemeliharaan diwadah lain
  1. Dapat diterapkan di lahan terbatas
  2. Dapat diterapkan di lahan atau tanah yang porous (tanah yang menyerap air) atau berpasir
  3. Biaya investasi murah
  4. Dapat diterapkan di daerah sulit air
  5. Pembuatannya praktis
  6. Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal tidak berbau lumpur
  7. Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal jarang diserang penyakit
  8. Kelangsungan hidup (Survival Rate) ikan lele yang dipelihara di kolam terpal lebih tinggi, bisa mencapai 95%
13 
  Langkah-langkah pembuatan kolam terpal adalah




  1. Usahakan lahan yang sedikit rindang,tapi jangan langsung dibawah pohon
  2. Terpal ukuran 6 x 8 meter (terpal jenis A3 lebih tebal),saat pemasangan sebaiknya ukuran terpal agak dilebihkan agar dapat dibentuk sesuai rangka/patok,
  3. Tanah digali dengan kedalaman ± 70 cm, dan lebar 4 x 6 m untuk menempatkan posisi terpal.
  4. keliling kolam harus di pagar dengan waring untuk menghindari gangguan hewan ternak atu mengantisipasi lele melompat.
  5. untuk menguatkan posisi terpal dibibir kolam sebaiknya di pasang karung yang diisi dengan tanah sepanjang keliling kolam.


Peralatan Penunjang
Beberapa jenis alat yang diperlukan diantaranya adalah timbangan,alat tangkap (serok/lambit),ember dll.Alat-alat tersebut biasanya dipakai untuk memanen ikan atau pada saat kegiatan sampling pertumbuhan bobot tubuh ikan

Persiapan Kolam
Sebelum digunakan,sebaiknya kolam dipupuk terlebih dahulu.Pemupukan bermaksud untuk menumbuhkan

 planton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi benih ikan lele.Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500-700 gr/m2 atau dalam ukuran 4 x 6 m sebanyak 16 Kg  . Dapat pula ditambahkan urea 15 gr/m2. Tahapan pemupukannya adalah mula-mula kolam diisi air setinggi 3 -5 cm dan dibiarkan selama satu minggu sampai wana air kolam berubah coklat atau kehijauan,yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami lele.kemudian secara bertahap ketinggian air ditambah hingga minggu ke-


2, sebelum benih lele ditebar.
             
Penebaran benih
Sebelum benih ditebar,sebaiknya benih disucihamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KMNO4 (Kalium Permangat) atau PK dengan dosis 35 gr/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5 -10 menit

Penebaran benih hendaknya  dilakukan pada pagi/sore hari.pada kedua kondisi ini umumnya perbedaan nilai suhu air pada permukaan dan dasar kolam tidak terlalu besar.Hindari penebaran benih pada kondisi terik matahari secara langsung.Kedalam air kolam pun hendaknya disesuaikan dengan jumlah dan ukuran benih.
Jumlah padat tebar benih 75-100 ekor/m2 yang berukuran  5 - 8 cm. Kedalaman air pada benih diterbarkan ± 30 cm


Pemberian Pakan
Pada dasarnya Lele Sangkuriang merupakan ikan yang bersifat omnivora.Makanan yang diberikan bisa makanan alami yang bisa diperoleh dari sekitar kolam atau tempat tinggal kita. Pemberian makanan tambahan berupa pellet bisa diberikan jika tidak mau repot mencari makanan alami. Dalam Budi Daya Lele Sangkuriang jumlah besar cara ini lebih praktis dilaksanakan. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Cara menghitungnya dengan mengambil sampel beberapa Lele Sangkuring kemudian ditimbang. Untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan, makanan dicampurkan dengan probiotik. Menurut pengamatan beberapa petani dan peneliti probiotik mampu meningkatkan efisiensi pencernakan makanan sehingga ikan lele menjadi cepat besar dan bobot bertambah.
Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.


Dan untuk diketahui juga bahwa Pemberian pakan buatan (pelet) diberikan sejak benih berukuran 2 minggu berupa bentuk serbuk halus. Kemudian setelah itu berangsur-angsur digunakan pelet diameter 1 milimeter barulah kemudian beralih ke pellet ukuran 2 milimeter (sesuai umur ikan lele). Hal ini dimaksud agar pellet dapat dicerna lebih baik dan lebih merata oleh seluruh ikan sehingga meminimalisir terjadinya variasi ukuran lele selama pertumbuhannya.
Pakan yang diberikan berupa pellet dengan kandungan protein berkisaran antara 28 – 33 %. Pemberian pakan ini dilakukan secara berkala dengan dosis 3-5% dari bobot total ikan dan pemberian sebanyak 3 x sehari (pagi,siang dan sore)

 

Hama dan Penyakit Ikan Lele

Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan lele. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele antara lain berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan gabus dan belut
Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.


Jenis hama/penyakit

1.   Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla
Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Ukurannya 0,7-0,8 x 1-1,5 mikron.
Gejala: lele yang terkena bakteri ini: warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air.
Pencegahan: lingkungan harus tetap bersih, termasuk kualitas air harus baik.
Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.
2.      



2. Penyakit tuberculosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium fortoitum


Gejalanya: tubuh  ikan berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip.
Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam.
Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.


3. Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.
Penyebab: jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah.
Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.
Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit.

4. Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis)

Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.

Gejala:
1      ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air;
2      terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang;
3      ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.

Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.
Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12-24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari

5. Penyakit cacing Trematoda
Biasanya penyakit yang Menyerang dalam budidaya lele sangkuriang di koam terpal adalah 
Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.


Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.
Pengendalian:
1      direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit;
2      Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam;
3      menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ±30 menit;
4      memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit;
5      dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit.
6      Parasit Hirudinae

Penyebab:
lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.
Gejala: pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah.
Pengendalian: selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm.
Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :
  1. Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti dengan yang suhunya lebih dingin.
  2. Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.
  3. Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.
  4. Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.


Mengapa memilih lele sangkuriang:  
Ceritanya,  rasa daging Lele sangkuriang memiliki rasa yang lebih enak dan gurih, tak heran permintaannya semakin banyak. Selain rasa yang enak didukung pula dengan pertumbuhannya yang lebih cepat dari Lele Dumbo. Untuk benih yang ditabur pada ukuran 5-8 cm dalam masa pemeliharaan 130 hari sudah bisa dipanen dalam bobot 200 sampai 250 gr/ekor. Biasanya ada Lele Sangkuriang yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dari ikan lainnya, secara berkala misalnya satu bulan sekali, Lele Sangkuriang dipisahkan berdasarkan ukurannya. Hal ini dilakukan agar ikan yang pertumbuhannya lebih lambat tidak kalah dalam bersaing mengkonsumsi makanan. Selain itu ikan yang pertumbuhannya cepat bisa dipanen dalam waktu yang lebih cepat.

Sejarah Lele Sangkuriang



Mengenal sejarah lele sangkuriang tidak akan terlepas dari sejarah lele dumbo. Sebelumnya masyarakat Indonesia hanya mengenal lele lokal dengan segala keterbatasannya. Lele dumbo masuk dan diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1985 dan langsung mendapat tanggapan positif dari masyarakat Indonesia. Pasalnya, lele dumbo yang didatangkan dari Taiwan ini memiliki berbagai keunggulan dibanding lele lokal saat itu, seperti panen lebih cepat, jumlah telur lebih banyak, dan lebih tahan terhadap penyakit. Sehingga kehadiran lele dumbo saat itu langsung menggeser popularitas lele lokal.
Bertahun-tahun lele dumbo menempati urutan teratas. Sayangnya perkembangan budidaya lele dumbo ini tidak diikuti oleh pengelolaan induk yang baik. Akibatnya lele dumbo yang beredar saat ini di masyarakat mengalami penurunan kualitas. Terbukti dengan laju pertumbuhan yang kian hari kian melambat, semakin mudah terserang penyakit, dan kualitas daging yang semakin tidak baik (basah dan bau lumpur). Diduga disebabkan oleh seleksi indukan yang salah dan inbreeding (dilakukannya perkawinan sekerabat).

Sebagai upaya mengembalikan kualitas lele dumbo agar mendekati kualitas ketika pertama kali didatangkan ke Indonesia, Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi telah berhasil merekayasa genetik lele dumbo dengan melakukan silang balik (Backross). Proses ini dilakukan dengan cara mengawinkan induk lele dumbo betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi ke enam (F6). Induk betina F2 ini merupakan induk keturunan lele dumbo yang dintroduksi  ke Indonesia tahun 1985, sedangkan Induk jantan F6 merupakan keturunan dari induk betina F2. Keduanya merupakan induk sediaan dari BBPBAT Sukabumi.

Proses tersebut menghasilkan lele berkualitas unggul mendekati kualitas lele dumbo ketika pertama kali didatangkan ke Indonesia. Sehingga pada tahun 2004, lele hasil silang balik tersebut resmi dilepas oleh Departemen Kelautan dan Perikanan sebagai komoditas baru ikan lele unggul melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KP.26./MEN/2004 tanggal 21 Juli 2004. Lele dumbo hasil perbaikan genetik itu kini diberi nama Lele Sangkuriang. Nama “Sangkuriang” diambil dari cerita rakyat Jawa Barat, legenda Sangkuriang sebagai anak yang hendak menikahi Dayang Sumbi sebagai Ibu.


(Sumber: Buku Jurus Sukses Beternak lele Sangkuriang, Nasrudin)